Tampilkan postingan dengan label Pengalaman Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengalaman Hidup. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Mei 2019

Casio

Tips Memilih Jam Tangan Casio Sesuai Warna Kulit dan Bentuk Tangan
Pada kesempatan kali ini akan kita akan memberikan sedikit tips dalam memilih jam tangan. Sebelumnya pasti anda membeli jam tangan pada tempat yang terjamin kualitasnya. Berikut beberapa jenis jam tangan yang sesuai dengan karakter tangan teman teman, silahkan klik pada gambar jika berminat membeli.
Jam tangan merupakan salah satu aksesoris yang biasa digunakan untuk melengkapi penampilan dan juga sebagai petunjuk waktu. Namun di luar itu jam tangan kerap sekali menjadi kebutuhan pokok dalam menemani aktifitas sehari-hari dikarenakan banyanya fitur fungsional yang diselipkan pada jam tangan. Terdapat banyak sekali merk terkenal yang mengeluarkan jam tangan dengan keunggulan masing-masing baik dari segi model, desain, pilihan warna, dan tentunya fitur-fitur yang ditawarkan. Metode yang digunakan untuk memilih jam tanganpun bermacam-macam baik karena kebutuhan akan fungsi-fungsi yang ada di jam tangan tersebut, model atau desain yang unik, ataupun karena warna yang sesuai dengan keinginan.
Berikut beberapa tips dalam memilih jam tangan sesuai dengan warna kulit dan bentuk tangan.
Pemilihan jam tangan berdasarkan warna kulit.
  • Kulit Cerah

Bagi penggemar jam tangan yang memiliki kulit cerah, maka tidak ada batasan untuk memilih jam tangan. Karena pemilik kulit cerah bebas memilih jam tangan baik warna gelap, warna cerah atau warna soft. Semua warna akan cocok dikenakan oleh pemilik warna cerah, namun warna yang gelap dan berani seperti merah, hitam, biru tua, atau cokelat akan terlihat lebih bagus karena kontras dengan warna kulit cerah. Salah satu pilihan yaitu jam tangan casio G-Shock warna cerah seperti AE-1000-W Merah atau jam tangan casio Sheen warna cerah seperti AE-1000-W Orange.

  • Kulit Gelap

Bagi pengguna jam tangan yang memiliki kulit gelat atau warna sawo matang pekat, maka harus pandai memilih karena warna terang seperti kuning, hijau, atau merah bisa saja membuat penampilan menjadi norak. Pemilihan warna gelap seperti hitam atau cokelat juga akan membuat penampilan menjadi samar karena hampir sama dengan warna kulitnya, Jadi pilihlah warna yang netral dan lembut seperti warna merah maroon, krem atau abu-abu. Bagi Pria bisa memilih jam tangan casio AE-1100W ABU
  • Kulit Sedang



Untuk pemilik kulit sedang atau warna kulit tidak cerah dan tidak juga gelap, maka pengguna jam tangan juga dapat bebas memilih warna jam tangan tentunya bisa disesuaikan dengan pakaian yang digunakan atau aktifitas yang akan dikerjakan. Beberapa produk yang cocok adalah casioAE-1000-W Hitam atau casio AE-1000-W Hijau.

Pemilihan jam tangan berdasarkan bentuk tangan.
  • Pergelangan Tangan Kecil

Pengguna jam tangan dengan pergelangan tangan kecil sebaiknya memilih jam tangan dengan tali yang kecil dan juga bazel kecil karena pada umumnya pergelangan tangan kecil identik dengan orang yang berbadan kurus. Hindari pemakain jam tangan dengan tali lebar dan bazel besar. Sebagai contoh untuk pria bisa menggunakan CasioMQ-24-1B
  • Pergelangan Tangan Besar dan Berlemak

Umumnya pemilik tangan berdiameter besar dan berlemak adalah mereka yang bertubuh gemuk dan sangat gemuk. Tulang tangan orang yang bertubuh gemuk tidaklah besar, hanya saja lapisan daging dan lemak yang cukup tebal membuat ukuran tangan menjadi besar. Pengguna jam tangan yang memiliki jenis tangan seperti ini, hindari penggunaan jam tangan bertali dan bazel kecil. Sebab, jam tangan seperti itu justru akan terlihat tenggelam di tangan Anda. Sebaiknya, pilihlah jam tangan bertali sedang hingga lebar, material tali tidak terlalu tipis, dan bazel jam berukuran sedang hingga besar. Untuk Pria bisa memilih jam tangan casio GA-100CM-5ADR


Rabu, 30 April 2014

GAJI VS PENGALAMAN

Saat itu dengan senangnya kami berkeliling kota Pontianak merayakan kelulusan kami. Suatu kebanggaan atas sebuah pencapaian setelah menempuh pendidikan selama 3 tahun di bangku SMA. Setelah semua perayaan selesai tiba saatnya sebuah keputusan yang harus segera saya buat, melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya atau mulai mengabdi pada dunia kerja. Kondisi keluarga yang sedikit terbebani oleh materi membuatku semakin larut dalam dua pilihan sulit. Dalam hati kecil ingin segera bergabung dengan teman-teman seangkatan mengenyam bangku perkuliahan, tapi kenyataan yang bahwa semua itu akan membebani kedua orangtuaku semakin menyakinkanku untuk mencoba peruntungan di dunia kerja.

Awalnya dengan seorang teman yang namanya "Masri" saya mulai bekerja sebagai sales door to door barang Elektronik di Pontianak. Seingat saya Koordinatornya menjanjikan akan ada uang transport untuk kami. Tebak saja, setelah hampir seminggu ternyata Rp1,- pun tak pernah keluar dari perusahaan untuk memberikan tunjangan transport kami. Akhirnya kami berdua memutuskan untuk berhenti tanpa berita.

Sulitnya menemukan pekerjaan dengan Ijazah SMA saat itu membuatku hampir putus asa, semua rasanya sia-sia. Hingga tiba suatu saat ada kenalanku yang menawarkan bekerja di KSU ***, dengan posisi sebagai seorang Mantri atau bahasa populernya sales juga. Perbedaannya hanya pada objek yang dijual, yaitu "Uang". Perusahaan ini ternyata merupakan salah satu lembaga keuangan bukan Bank, sebutannya Koperasi. Waktu itu usiaku sekitar 19 tahun, sudah diberi tanggung jawab berat untuk bekerja sebagai Mantri dengan Target Pencairan 50.000.000 perbulan dan target penagihan 4% dari pencairan hari sebelumnya perharinya. Contoh sampai dengan hari ini (akumulasi dari hari sebelumnya) saya berhasil membukukan pencairan 10.000.000 maka besok saya harus mengumpulkan setoran angsuran sebesar 400.000 perharinya. Saat ini gaji yang saya terima 750.000 - 900.000 perbulan bersih, karena disediakan mess dan makan.

Karena semakin hari apa yang saya kerjakan sudah bertolak belakang dengan hati nurani saya, maka saya putuskan untuk berhenti. Bekerja disini seperti Rentenir/Lintah Darat yang merongrong nasabah dengan bunga pinjaman 20% perbulan dan angsuran harian. Dengan Izin orangtua akhirnya saya berhenti dari perusahaan itu setelah kurang lebih 7 bulan bekerja.

Beberapa Bulan menganggur akhirnya membawaku pada rasa frustasi, terlebih tinggal di kampung halaman dengan minimnya informasi membuatku pasrah akan masa depan pekerjaan. Bertemu dengan teman-teman semasa SD yang senasib, belum mendapatkan pekerjaan. Hingga datanglah tawaran untuk bekerja sebagai Buruh Lepas pada perusahaan perkebunan Kelapa Sawit BUMN. Karena tidak ada piihan lain akhirnya saya terima pekerjaan itu.

Hidup diperkebunan sangat berat, ekstrim, beresiko, banting tulang. Anda tau berapa gaji yang saya dapat sehari dengan pekerjaan menyirami bibit dari pukul 06.00-10.00 wib? Hanya 15.000 saja kawan. untuk memenuhi kebutuhan hidup akhirnya saya ambil kerja borongan pada pukul 14.00. Kerjaanya mengisi polibek dengan tanah, yang nantinya akan digunakan sebagai media tanam bibit kelapa sawit dengan usia 8 bulan. Bobot sebuah polibek berisi tanah bisa mencapai 25 kg, dan tidak hanya diisi tanah, tetapi juga harus di susun rapi lurus sejauh mata mandor memandang. 

Ini saat yang saya tunggu-tunggu, akhirnya datang juga tawaran kerja dari kota, saya ditawari bekerja pada Koperasi Perusahaan BUMN Industri Kelapa Sawit. Awalnya saya ditempatkan menjadi operator mesin fotokopi selama 7 bulan dengan gaji pokok 500.000 dan ditambah lemburan 100.000-200.000, sehingga tiap bulan 600.000-700.000 saya terima. Setelah melewati 7 bulan saya di percaya menjadi staff di gudang penampungan Inti Sawit, dengan Gaji Pokok 750.000 dan lemburan sekitar 500.000. Kira-kira tahun 2008 saya sudah mendapat gaji kotor sekitar 1.250.000,-.

Tidak hanya sampai disitu, saya berinisiatif untuk melanjutkan Kuliah saya sembari bekerja, agar kehidupan saya kelak menjadi lebih baik. Akhirnya pada tahun 2009 saya coba untuk mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi pada Universitas Tanjungpura Pontianak, dan Hasilnya saya diterima. Seiring perjalan waktu pada 2010 gaji kotor naik sekitar 1.650.000 kemudian 2011 naik menjadi 1.850.000. ditahun 2012 naik menjadi 2.450.000 dan 2.950.000 pada tahun 2013. 

Hingga akhirnya pada Februari 2014 saya selesai kuliah dan berhak menyandang gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Tanjungpura Pontianak. Beberapa penawaran dari perusahaan lain pun berdatangan salah satunya perusahaan investor dari Cina yang bergrak pada pengolahan karet menawarkan gaji pada masa probation 3000.000 dan perusahaan HTI yang menawarkan gaji 3.500.000. Sampai hari ini saya binggung karena semua tawaran saya tolak dan tetap bekerja pada perusahaan yang telah memberikan saya peluang untuk membuktikan bahwa saya juga mampu melanjutkan perjuangan hidup saya sendiri.

Pesan moralnya, hidup itu sebuah seni yang indah jika kita menikmati dan menjalani dengan ikhlas. Nikmati prosesnya dan rasakan hasilnya, semua pengalaman yang kita terima akan membentuk kita menjadi pribadi yang tangguh dan siap menjalani hal-hal teberat sekalipun.